Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

Feature Title‎ 1

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat... Read More

Feature Title‎ 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat... Read More

Feature Title‎ 3

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat... Read More

Feature Title‎ 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat... Read More

Feature Title‎ 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat... Read More

Kamis, 23 Mei 2013

10 Model Pembelajaran Sains Terpadu (Robin Fogarty, 1991)

0 comments

Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit tematisnya, menurut seorang ahli yang bernama Robin Fogarty (1991) terdapat sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Kesepuluh cara atau model tersebut adalah: (1) fragmented, (2) connected, (3) nested, (4) sequenced, (5) shared, (6) webbed, (7) threaded, (8) integrated, (9) immersed, dan (10) networked. Secara singkat kesepuluh cara atau model tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. 
Model fragmented ditandai oleh ciri pemaduan yang hanya terbatas pada satu mata pelajaran saja. Misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, materi pembelajaran tentang menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat dipadukan dalam materi pembelajaran keterampilan berbahasa. Dalam proses pembelajarannya, butir-butir materi tersebut dilaksanakan secara terpisah-pisah pada jam yang berbeda-beda.
Menurut Padmono dalam bukunya Pembelajaran Terpadu melalui Kurikulum Terpadu dalam Satu Disiplin Ilmu, mengatakan bahwa pembelajaran terpadu melalui kurikulum terpadu fragmented terjadi jika seorang guru memiliki keinginan agar siswa setelah menempuh pembelajaran satu kurun waktu tertentu memiliki kemampuan atau kecakapan tertentu. Kelebihan pembelajaran model ini adalah siswa menguasai secara penuh satu kemampuan tertentu untuk tiap mata pelajaran, ia ahli dan terampil dalam bidang tertentu. Sedangkan kekurangannya adalah Ia belajar hanya pada tempat dan sumber belajar dan kurang mampu membuat hubungan atau integrasi dengan konsep sejenis.
2. Model Keterhubungan (Connected)
Model connected dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Butir-butir pembelajaran kosakata, struktur, membaca dan mengarang misalnya, dapat dipayungkan pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penguasaan butir-butir pembelajaran tersebut merupakan keutuhan dalam membentuk kemampuan berbahasa dan bersastra. Hanya saja pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tersebut tidak berlangsung secara otomatis. Karena itu, guru harus menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajarannya secara terpadu.
Kelebihan yang diperoleh dalam model connected ini adalah adanya hubungan antar ide-ide dalam satu mata pelajaran, anak akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan dan siswa diberi kesempatan untuk melakukan pedalaman, tinjauan, memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap. Kekurangan dalam model ini, model ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan bidang-bidang pengembangan/mata pelajaran lain.
3. Model Sarang (Nested)
Model nested merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran. Misalnya, pada satuan jam tertentu seorang guru memfokuskan kegiatan pembelajaran pada pemahaman tata bentuk kata, makna kata, dan ungkapan dengan saran pembuahan keterampilan dalam mengembangkan daya imajinasi, daya berpikir logis, menentukan ciri bentuk dan makna kata-kata dalam puisi, membuat ungkapan dan menulis puisi. Pembelajaran berbagai bentuk penguasaan konsep dan keterampilan tersebut keseluruhannya tidak harus dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.
Keterampilan dalam mengembangkan daya imajinasi dan berpikir logis dalam hal ini disikapi sebagai bentuk keterampilan yang tergarap saat siswa memakai kata-kata, membuat ungkapan dan mengarang puisi. Penanda terkuasainya keterampilan tersebut dalam hal ini ditunjukkan oleh kemampuan mereka dalam membuat ungkapan dan mengarang puisi.
Kelebihan model ini yaitu guru dapat memadukan beberapa keterampilan sekaligus dalam pembelajaran satu mata pelajaran, memberikan perhatian pada berbagai bidang penting dalam satu saat sehingga tidak memerlukan penambahan waktu dan guru dapat memadukan kurikulum secara luas. Kekurangannya adalah apabila taanpa perencanaan yang matang memadukan beberapa keterampilan yang menjadi targget dalam suatu pembelajaran akan berdampak pada siswa dimana prioritas pelajaran menjadi kabur.
4. Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)
Model sequenced merupakan model pemaduan topik-topik antar mata pelajaran yang berbeda secara paralel. Isi cerita dalam roman sejarah misalnya, topik pembahasannya secara paralel atau dalam jam yang sama dapat dipadukan dengan ikhwal sejarah perjuangan bangsa, karakteristik kehidupan sosial masyarakat pada periode tertentu maupun topik yang menyangkut perubahan makna kata. Topik-topik tersebut dapat dipadukan pembelajarannya pada alokasi jam yang sama.
Kelebihannya yaitu dengan menyusun kembali urutan topik, bagian dari unit, guru dapat mengutamakan prioritas kurikulum daripada hanya mengikuti urutan yang dibuat penulis dalam buku teks, membantu siswa memahami isi pembelajaran dengan lebih kuat dan bermakna. Sedangkan kekurangannya yaitu diperlukkan kolaborasi berkelanjutan dan fleksibilitas semua orang yang terlibat dalam content area dalam mengurutkan sesuai peristiwa terkini.
5. Model Bagian (Shared)
Model shared merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Butir-butir pembelajaran tentang kewarganegaraan dalam PPKN misalnya, dapat bertumpang tindih dengan butir pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dan sebagainya.
Kelebihannya yaitu lebih mudah dalam menggunakannya sebagai langkah awal maju secara penuh menuju model terpadu yang mencakup empat disiplin ilmu, dengan menggabungkan disiplin ilmu serupa yang saling tumpang tindih akan memungkinkan mempelajari konsep yang lebih dalam. Sedangkan kekurangannya yaitu model integrasi antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk bekerjasama dalam fase awal, untuk menemukan konsep kurikula yang tumpang tindih secara nyata diperlukan dialog dan percakapan yang mendalam.
6. Model Jaring Laba-laba (Webbed)
Selanjutnya, model yang paling populer adalah model webbed. Model ini bertolak dari pendekatan tematis sebagai pemadu bahan dan kegiatan pembelajaran. Dalam hubungan ini tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran.
Kelebihan pendekatan jaring laba-laba untuk mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi sebagai hasil bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar, faktor motivasi siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa. Sedangkan kekurangan model ini adalah banyak guru sulit memilih tema. Mereka cenderung menyediakan tema yang dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa, dan guru seringkali terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.
7. Model Galur/ benang(Threaded)
Model threaded merupakan model pemaduan bentuk keterampilan misalnya, melakukan prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita dalam novel, dan sebagainya. Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang diesbut meta-curriculum.
Kelebihan dari model ini antara lain: konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku metakognitif; materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni, dan siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan datang sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi. Sedangkan kekurangan yaitu hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara eksplisit siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya.
8. Model Keterpaduan (Integrated)
Model integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Topik evidensi yang semula terdapat dalam mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Pengetahuan Alam, dan Pengetahuan Sosial, agar tidak membuat muatan kurikulum berlebihan cukup diletakkan dalam mata pelajaran tertentu, misalnya Pengetahuan Alam. Contoh lain, dalam teks membaca yang merupakan bagian mata pelajaran.
Bahasa Indonesia, dapat dimasukkan butir pembelajaran yang dapat dihubungkan dengan Matematika, Pengetahuan Alam, dan sebagainya. Dalam hal ini diperlukan penataan area isi bacaan yang lengkap sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran yang berbeda tersebut. Ditinjau dari penerapannya, model ini sangat baik dikembangkan di SD.
Kelebihan dari model ini yaitu siswa saling mengaitkan, saling menghubungkan diantara macam-macam bagian dari mata pelajaran. Keterpaduan secara sukses diimplementasikan, pendekatan belajar yang lingkungan belajar yang ideal untuk hari terpadu (integrated day) secara eksternal dan untuk keterpaduan belajar untuk fokus internal. Selain itu model ini juga mendorong motivasi murid. Sedangkan kekurangan yaitu model ini sulit dilaksanakan secara penuh; membutuhkan keterampilan tinggi,percaya diri dalam prioritas konsep, keterampilan dan sikap yang menembus secara urut dari mata pelajaran; dan membutuhkan model tim ahli pada bidang dan merencanakan dan mengajar bersama.
9. Model Celupan/Terbenam (Immersed)
Model immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
Kelebihan dari model ini adalah setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang berbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa lainnya. Mereka terpacu untuk dapat menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan kekurangan dari model ini adalah siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan untuk mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar.
10. Model Jaringan (Networked)
Terakhir, model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang berbeda-beda. Belajar disikapi sebagai proses yang berlangsung secara terus-menerus karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan kenyataan yang dihadapi siswa. Kelebihan dari model ini adalah siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata pelajaran secara mendalam dan sempit sasarannya. Sedangkan kekurangannya adalah kemungkinan motivasi siswa akan berubah kedalaman materi pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari sumber. (sumber: Robin Fogarty. 1991. How to Integrate the Curricula. Illinois: Skylight Publishing


Read More →

Jumat, 29 Maret 2013

130313???

0 comments






Hari rabu, sains sekolah >.<

Hari yang luarrr biasa, dimulai dari pagi, maju sains sekolah..Awal presentasi sudah kena semprot “Saya akan menjelaskan...”(aku)

“Hati –hati memakai kata menjelaskan, seperti ahli/pakar saja, anak sains nggak boleh sombong, gunakan kata menyampaikan”(bu sri)

Habis sudah aku di depan teman-teman sekelas dan pak beny, harus bawa alat minggu depan... LKS SD ini, kita harus berbeda dengan vuru-guru dulu, “jadul”, “cape deh”

Banyak sekali koreksi........ harus revisi lagi L



Kejadian2 tidak menyenangkan, keluar dari kelas, terpeleset jatuh di tangga “fa, mikir apa sih?”, setelah diskusi praktikum biotek kejedot tangga “Astaghfirullah”... Sholat, antri mukenah nggak dapet-dapet <_>

Sepertinya hari yang benar-benar cetar...
Read More →

Jumat, 05 Oktober 2012

:)

0 comments

-->

Jejakku, MAN JADDA WA JADDA
Berangkat dari Dusun-Desa-Kecamatan-Kabupaten-Provinsi

Oleh FAFA NELI SILFANA
Mahasiswa Bidik Misi Prodi Pendidikan Sains 2011 FMIPA UNESA

Kuawali dengan Bismillahirrohmannirrohiim menulis, siang ini, di rumah kedua sembari break sebentar di sela tugas-tugas kuliah yang banyak. Tulisan kata demi kata ini menggores mengikuti terjemahan hati. Bukan maksud ingin pamer dan sejenisnya dalam penulisan ini, hanya ingin mensharekan perjuangan mahasiswa bidik misi yang sangat tidak sempurna ini tapi punya motivasi yang sempurna. Proses belajar hidup selama ini terasa sekali dalam setiap langkah.
            Teruntuk semua yang membaca ini, terkhusus untuk pemerintah, Unesa, keluarga dll, rasa syukur dan terima kasih karena telah menitipkan amanah program Bidik Misi, yang paling utama pada Allah. Aku, dilahirkan dari perpaduan sperma dan ovum yang sangat hebat. Di sebuah dusun kecil ini aku dibesarkan oleh kedua orang tua terhebatku. Ibu yang rela susah demi pendidikan anaknya dan juga bapakku yang seorang pedagang tahu keliling. Dengan profesi itu beliau berdua mampu mengantarkan anaknya yang satu ini ke Perguruan Tinggi. Yang jelas keduanya dalam hal pendidikan tidak sampai setinggi ini. Ibuku hanya perempuan biasa lulusan SD, bapak hanya lulusan SMP. Ada kata-kata yang masih terpancung mati dalam ingatanku sampai sekarang “Nek sekolah seng bender nduk, ben dadi wong, ben gak ngrasakne opo seng ibu karo bapak rasakno” (kalau sekolah/belajar yang serius nak, supaya nanti jadi ‘orang’(sukses), supaya tidak lagi merasakan apa yang orang tuamu ini rasakan (sulitnya hidup ini ‘bidang ekonomi’)). Setidaknya kata-kata sederhana penuh makna itulah yang banyak menjadi motivasiku belajar hingga saat ini, yang nantinya hasil belajar ini akan aku tularkan pada anak didikku kelak, menjadi orang sukses seperti harapan kedua orang tuaku. Perjalanan ku mulai dari tanggal 6 Pebruari 1993, ibu tercintaku MARDIYAH dan ayah terhebatku ‘SAIN’. Ya, nama yang sederhana, yang entah kebetulan atau tidak (tapi tidak ada yang kebetulan di dunia ini) aku mengambil Prodi Pendidikan ‘SAINS’. Dua tahun setelahnya, adiku perempuan lahir. Nama yang diberikanpun hampir sama dengan namaku FIFI NIA SAPUTRI. Kedua orangtuaku tak tahu arti nama itu. Jauh di dalam hati ada sebersit keinginan namaku ada sentuhan bahasa Arabnya. Nama adalah do’a. Dari segi religi, aku menganggap kedua orangtuaku telah menanamkan dengan cukup, aku ngerti Allah, ngerti sholat, ngerti puasa, ngerti ngaji yang hingga tertanam sampai saat ini.Aku merasa Allah sangat menyayangiku, aku yang kecil ini kerap kali diingatkan entah itu dalam bentuk kesedihan, cobaan, dll. 
            Dari segi pendidikan, ku mulai langkah masuk ke TK ‘Damar Wulan’ di dusunku. Fafa kecil ini ternyata bakat pendiamnya sudah tampak sejak kecil. Ya, aku akui sifat jelek ini telah ada sejak aku kecil. Aku dulu terkenal pemalu, saat istirahat semua temanku bermain keluar kelas, sedangkan aku di kelas seorang diri dan ibu wali kelas di depan mejanya. Kalau ibuku tidak mengajakku keluar kelas, aku tidak akan keluar kelas. Bisa dibayangkan betapa pemalunya aku dulu. Tapi hal itu secara berangsur terkurangi saat aku mulai masuk di dunia SD. Sekolah SD ku berada di desaku sendiri. Sejak kelas 1 prestasiku bisa dibilang lumayan. Kalau tidak peringkat I ya II, pernah dulu paling jelek peringkat IV. Kehidupan masa SD ku seperti anak kecil kebanyakan, ngaji di TPQ dusunku. Yang masih aku ingat sampai saat ini, aku dulu beberapa kali mewakili sekolah di olimpiade tingkat kecamatan, pernah sekali lomba MTQ anak tingkat kecamatan padahal ngajiku juga pas-pasan.
            Memasuki masa SMP, aku semakin ingin menghilangkan sifat pemalu ini, ya setidaknya bisa menguranginya. SMPN 1 MEGALUH, ya itulah sekolahku, berada di daerah kecamatan, mewah ‘mepet sawah’ karena kanan-depan-belakang adalah persawahan. Sekolah sederhana itu telah membentuk motivasiku hingga saat ini. Dari SMP inilah aku mulai mempunyai motivasi untuk bisa menjadi guru MATEMATIKA, ya guru MATEMATIKA, karena guruku bidang studi ini sangat istimewa bagiku. Dulu aku berpikir tidak mungkin bisa melanjutkan ke PT, dari segi ekonomi rasanya tidak mungkin. Tapi kini, lihat aku sekarang, tak ada yang tak mungkin bagi pemilik hidup ini mewujudkannya. Kun Fayakun. Untuk meredam pemaluku dulu, wali kelasku mengamanahi aku jadi pengurus kelas, mulai dari kelas VII jadi sekretaris kelas, kelas VIII jadi bendahara kelas. Aku merasa masa-masa SMP ini yang paling menyenangkan dibanding SMA. Dari segi akademik, nilaiku juga lumayan. Pernah mewakili sekolah dalam olimpiade fisika tingkat kabupaten, tapi lagi-lagi aku tidak pernah dapat juara, paling mentok nomor 9 tingkat SMP sekabupaten. Dari segi ekonomi kedua orang tuaku masih bisa menghendel biaya sekolah aku dan adikku.
Memasuki masa SMA, inilah yang aku rasakan mulai awal perjuangan. SMAN 3 JOMBANG, salah satu SMA favorit di kabupaten (katanya). Kalau ditelaah lagi ternyata jenjang pendidikanku runtut sekali mulai TK (dusun) – SD (desa) – SMP (kecamatan) – SMA (kabupaten) – kuliah (provinsi). Awal masuk SMA sampai akhirnya lulus telah banyak kenangan. Dulu awal jadi siswa baru banyak cobaan, mulai dari ibu yang kecelakaan sehingga sepeda motor rusak, yang terpaksa aku harus menggunakan sepeda pancal untuk ke sekolah yang jaraknya 15 km. Saat itu musim puasa Romadlon lagi. Pernah sekali aku ingat di tengah jalan aku menangis saking capeknya mengendarai sepeda pancal itu. Aku harus berangkat dari rumah jam 5 pagi, pulang dari sekolah sekitar jam 2 siang. Benar-benar menguras energi luar dan dalam. Di masa SMA ini juga mulai terasa kesulitan ekonomi keluargaku, adikku juga memasuki SMP. Sedangkan aku yang sekolah di SMA kota tentu butuh dana yang lumayan besar. Dari itu aku berusaha mencari beasiswa untuk pendidikanku, BKSM akhirnya aku dapatkan dari kelas VIII-XI. Hal itu sangat membantu aku dan keluarga. Dari segi akademik prestasiku juga lumayan, tapi tidak setenar dulu seperti saat di SD dan SMP. Di SMA ini adalah siswa-siswa kota yang otomatis latar belakang pendidikan sebelum masuk ke SMA lebih baik dari pada aku, di sini aku mulai merasakan sulitnya berkompetisi demi prestasi. Hal itu berlangsung hingga berkompetisi memasuki bangku perguruan tinggi. Ya, masuk di perguruan tinggi, hal yang dulu aku impikan, dan penuh perjuangan. Awal seleksi SNMPTN Undangan Bidik Misi aku daftar di salah satu PTN, aku ingat betul saat pengumuman malam itu, 3 hari sebelum pengumuman SNMPTN sepertinya aku telah diingatkan , perasaanku tidak enak dan aku sakit, ternyata kejadian benar, aku nggak ditrima SNMPTN Undangan. Berhari-hari setelah itu aku kehilangan motivasi akan bisa masuk ke PTN. Kondisi saat itupun tidak semua PTN membuka jalur SNMPTN Bidik Misi. Itulah yang membuat semakin terpuruk. Data yang ada pada portal Bidik Misi tidak semua PTN yang membuka Bidik Misi SNMPTN Tulis. Usahaku tanya ke tetangga yang lebih tahu, bolak-balik meminta surat keterangan ke kepala desa, bolak-balik ke warnet. Yang masih aku ingat saat malam-malam, ditambah hujan, aku sama ibuku ngeprin ke kecamatan. Kami naik sepeda motor, di tengah jalan hujan dan memaksa kami untuk basah kuyup sebelum sampai ke rentalan. Jadilah ke rentalan dengan pakaian yang basah untuk ngeprin surat-surat persyaratan untuk bisa kuliah. Ternyata, persyaratan itu butuh hal-hal banyak, yang tidak mungkin dijangkau lagi karena deadline waktu yang tinggal sedikit. Alhasil aku memutuskan ambil SNMPTN Tulis memilih 2 prodi di UNESA yaitu Pend. Kimia dan Pen. Sains. Jujur, kedua prodi yang aku ambil ini belum sesuai dengan suara hati. Aku yang dulu ngotot ingin sekali Matematika atau PGSD beralih ke IPA. Dalam keadaan ini pun aku belum ada kepastian UNESA termasuk PTN yang menerima mahasiswa Bidik Misi di SNMPTN Tulis atau tidak. Belum ada persiapan untuk SNMPTN, walaupun sudah punya buku panduan soal dalam SNMPTN, aku tak pernah ikut try out ataupun bimbingan SNMPTN. Hari yang ditentukan untuk seleksi nasional itupun tiba, ke Surabaya pun belum tau tempat ujian yang dimaksud. Tapi aku sangat bersyukur, ada teman yang kebetulan tempat tesnya sama denganku.Dari pengalaman sekitar 4 hari di Surabaya telah memiliki kesan di benak. Pertama, aku membayangkan jika jadi kuliah di sini, dari segi makan 2 kali lipat harganya di banding di rumahku. Kedua, aku merasa sendiri. Yang masih ku ingat saat hari ke dua tes Snmptn itu hujan dan untuk mencapainya harus oper angkot sebanyak 3 kali, berangkat pukul 05.00 pagi. Sungguh perjuangan indah yang tak pernah terlupakan.
Dan takdirpun akhirnya membawaku ke sinii, UNESA Prodi Pendidikan Sains dengan predikat ‘mahasiswa bidik misi’. Saat pengumuman via online dulu aku mencoba melihatnya di warnet. Tanganku gemetaran ketika mengetikkan nomor pendaftaran dan paswordnya. Syukur tak berhenti berucap dari lisan. Sampai dari warnet segera ku kabarkan ini kepada kedua orang tuaku, ibuku menangis terharu karena aku telah diterima. Kejadian ini sungguh menjadi semangatku ketika sudah menjalani perkuliahan seperti saat ini, Saat aku mulai jenuh dengan banyaknya deadline tugas, aku mulai mengingat kembali bagaimana susahnya sampai akhirnya bisa ditrima di sini.
Aku yakin sampai saat ini aku berdiri dengan tegak, orang kecil yang berangkat dari desa ini, ke salah satu SMA favorit(katanya) di  Jombang, dan ditrima di sebuah PTN di Surabaya bukan karena hebatku, Ini semua karena rasa kasih sayangNya yang tak terbatas kepada hamba kecilnya ini. Kalo seperti ini, jadi teringat ceramah Chating dengan YM.  Hidup adalah pilihan. Seperti filosofi mutiara yang berasal dari kerang, sakit memang perjuangannya. Tapi yakinlah saatnya akan datang jika kamu yakin akan janjiNya. MAN JADDA WA JADDA. J  Seperti filosofi tanaman jagung yang ditanam di tanah.
·      Mengapa di pendam? kan kasihan benihnya di pendam. Itulah proses hidup harus melalui dulu yang namanya kesulitan dan perjuangan untuk hidup. Jagung itu di pendam di dalam tanah untuk bisa tumbuh, begitu juga kamu yang berasal dari desa ini harus berjuang keras untuk bisa hidup bermakna.
·      Setelah tumbuh lama kelamaan juga butuh pupuk, karena kita orang desa, tidak punya uang, yang kita pakai pupuk kandang yang baunya busuk, bukan pupuk buatan. Sama dengan kamu kalau nantinya tumbuh jadi orang besar, akan banyak yang meremehkan, memperolok-olok kamu, memang itu tidak enak di telinga, pahit di hati seperti bau busuk dari pupuk kandang itu. Tapi yakinlah cemoohan-cemoohan itu yang akan membuatmu belajar akan hidup. Pupuk kandang yang alami itu lebih manjur dibanding pupuk buatan. Seperti jalan hidupmu yang akan lebih bisa membuatmu menghargai Allah, menghargai waktu yang diberikan untuk bermanfaat bagi orang lain dibanding orang yang hidupnya di uji dengan keenakan tanpa melakukan perjuangan yang berat untuk hidup.
Kadang juga aku berpikir, waktuku dulu banyak aku habiskan untuk memperjuangkan nasib, biar nggak seperti orang tuaku. Kini perjuangan itu nampak hasilnya, orang ndeso ini bisa kuliah di kota di PTN lagi. Tinggal sedikit lagi untuk mewujudkan cita-cita orang tuaku (cita-citaku juga) untuk jadi guru. Trus gak lucu kalo sudah sampai segini masak aku harus tidak bekerja keras, malas-malasan di Surabaya. Mana rasa syukurmu untuk beasiswa penuh sampai lulus ini kepada Allah, rakyat Indonesia, orang tuamu, semua yang mengharapkanmu untuk jadi orang sukses ini, anak ndeso???
 Semangat kuliah, cari pengalaman organisasi, usahakan yang terbaik semampu yang kamu bisa. Yakin akan janjiNya bahwa kita sendiri yang akan bisa menentukan nasib kita. MAN JADDA WA JADDA !!!

“ (Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu megubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Anfaal:53)



Read More →

Senin, 03 September 2012

KETIKA TUHAN JATUH CINTA

0 comments

-->
Langit adalah kitab yang terbentang, bumi adalah kitab yang terhampar, manusia adalah kitab yang berjalan, sedangkan Al-Qur’an adalah cahaya dalam kegelapan.
Tidakkah kau renungkan bahwa segala intrik yang terjadi di dalam hidup, hingga memaksa meneteskan air mata adala
-->
Langit adalah kitab yang terbentang, bumi adalah kitab yang terhampar, manusia adalah kitab yang berjalan, sedangkan Al-Qur’an adalah cahaya dalam kegelapan.
Tidakkah kau renungkan bahwa segala intrik yang terjadi di dalam hidup, hingga memaksa meneteskan air mata adalah pertanda ketika Tuhan jatuh cinta?
#KetikaTuhanJatuhCinta
Filosofi bolu_ Sebelum jadi bolu, bahan mentah ini terpisah dalam beberapa jenis. Jika dimakan satu-satu, tentu tidak ada nikmatnya. Tapi, jika disatukan dan diracik sedemikian rupa, akan menjadi satu makanan yang lezat. Jadi kue. Demikian pula dengan kehidupan. Setiap kita mendapat ujian yang dtang bertubi-tubi, pasti selalu tidak menyenangkan.Tapi jika direnungkan , lalu disatukan dengan ilmu yang dimiliki, maka akan membawa kemaslahaten dunia dan akhirat. Kesimpulannya, pengalaman dan ilmu yang dimiliki, jika disatukan akan mmbuahkan kebahagiaan. Puncaknya bisa membuka satu tabir rahasia kasih Ilahi.
“Sesibuk apapun mereka mengais rezeki, sedikitpun mereka tak lupa pada yang memberi rezeki.”
“Kadang Allah menunjukkan cinta pada hamba-Nya dalam bentuk lain. Dalam kesakitan, kekecewaan, bahkan kehilangan. Terangkum dalam kata ‘musibah, apapun bentuknya. Mungkin, Allah juga sedang melirik kita untuk dicintai oleh-Nya, hingga cobaaan berat ini kita terima.”
“Jadilah kau hamba yang taqqarub kepada Allah. Janganlah berduka atas persoalan dunia, karena dia akan kian jauh dari Allah, kian nestapa di dunia, dan semakin menderita di akhirat. Allah akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka selamanya, kebingungan yang tak berakhir, kepaan yang berlarut-larut, dan angan-angan yang mengusik setiap ketenangan hidupnya. Jadilah engau hamba yang ikhsan, hingga selama napasmu masih berhembus dimanapun kau berada , kau akan merasa takut kepada Allah.”
h pertanda ketika Tuhan jatuh cinta?
#KetikaTuhanJatuhCinta
Filosofi bolu_ Sebelum jadi bolu, bahan mentah ini terpisah dalam beberapa jenis. Jika dimakan satu-satu, tentu tidak ada nikmatnya. Tapi, jika disatukan dan diracik sedemikian rupa, akan menjadi satu makanan yang lezat. Jadi kue. Demikian pula dengan kehidupan. Setiap kita mendapat ujian yang dtang bertubi-tubi, pasti selalu tidak menyenangkan.Tapi jika direnungkan , lalu disatukan dengan ilmu yang dimiliki, maka akan membawa kemaslahaten dunia dan akhirat. Kesimpulannya, pengalaman dan ilmu yang dimiliki, jika disatukan akan mmbuahkan kebahagiaan. Puncaknya bisa membuka satu tabir rahasia kasih Ilahi.
“Sesibuk apapun mereka mengais rezeki, sedikitpun mereka tak lupa pada yang memberi rezeki.”
“Kadang Allah menunjukkan cinta pada hamba-Nya dalam bentuk lain. Dalam kesakitan, kekecewaan, bahkan kehilangan. Terangkum dalam kata ‘musibah, apapun bentuknya. Mungkin, Allah juga sedang melirik kita untuk dicintai oleh-Nya, hingga cobaaan berat ini kita terima.”
“Jadilah kau hamba yang taqqarub kepada Allah. Janganlah berduka atas persoalan dunia, karena dia akan kian jauh dari Allah, kian nestapa di dunia, dan semakin menderita di akhirat. Allah akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka selamanya, kebingungan yang tak berakhir, kepaan yang berlarut-larut, dan angan-angan yang mengusik setiap ketenangan hidupnya. Jadilah engau hamba yang ikhsan, hingga selama napasmu masih berhembus dimanapun kau berada , kau akan merasa takut kepada Allah.”
Read More →

Followers